Problem bisnis saat mengelola perusahaan

Problem bisnis saat mengelola perusahaan

posted in: Entrepreneurship, Tips | 0
Problem bisnis
Problem bisnis saat mengelola Perusahaan

Kenali beragam problem bisnis saat mengelola perusahaan. Sharing berikut lebih ditujukan kepada Karyawan yang ingin alih profesi menjadi Pengusaha. Sharing ini merupakan pengalaman penulis pasca resign sebagai Karyawan, lalu memilih bisnis Agen AQUA sebagai langkah awal memulai karir sebagai wirausaha.
Di awal mengelola perusahaan, penulis sering merasa frustasi ketika mengalami problem bisnis. Frustasi karena penulis tidak memahami mindset (cara berpikir) sebagai pengusaha.

Sebagaimana dipaparkan oleh para wirausahawan sejati, bisnis merupakan proses belajar seumur hidup dan selalu siap melalui tahapan atau skala perusahaan. Yakni dari skala Mikro, meningkat ke skala Kecil. Kemudian naik ke skala Menengah. Lalu menjadi skala Korporasi. Berlanjut pada skala Kongomerasi, Itulah tahapan skala perusahaan yang harus dijalani oleh setiap wirausaha sejati.

Apabila dijabarkan dengan angka Penjualan, bisnis dimulai dari Penjualan nihil / nol. Lalu bergerak menuju ke angka Penjualan yang tidak terbatas. Semua pencapaian tersebut tergantung dari ketrampilan kita sendiri dalam mengelola bisnis.
Ketrampilan yang secara otomatis akan diperoleh apabila kita bersedia melalui tahapan bisnis, Kemudian menikmati alurnya dan menyelesaikan ujian berupa problem bisnis, yang notabene tidak nyaman di hati.

Pada umumnya ujian tersebut berupa problem bisnis dalam bidang : Marketing, Operasional, Finansial dan SDM. Siklus hambatan tersebut di atas dialami pada pada setiap tahapan bisnis. Yang membedakan adalah skala cakupan dan tingkat kerumitan / kompleksitas dalam menyelesaikannya.

Inilah problem bisnis yang sering dialami.

Di bawah ini adalah ilustrasi problem bisnis yang sering ditemui para Pengusaha.

Bidang Marketing : Bagaimana menjual produk agar laku, segmentasi Pelanggan yang akan dilayani, Branding dan Advertising, Bagaimana mengatasi persaingan. Menetapkan strategi penjualan, dll.

Bidang Operasional : Menjaga pasokan produk agar selalu tersedia. Mengatur skejul armada pengiriman kepada Pelanggan agar tepat waktu. Menjaga stok produk pada titik ekonomis. Mengatur skejul pasokan produk (Purchase Order) dari Principal. Pengaturan tata letak barang di gudang agar memudahkan bongkar muat, dll.

Bidang Finansial : Mengelola cashflow agar selalu positf. Mencari pendanaan apabila memerlukan suntikan modal kerja. Menetapkan kebijakan penjualan kredit. Memastikan semua kewajiban finansial dipenuhi pada waktunya. Merancang semua strategi finansial agar perusahaan dapat survive dan berkembang, dll.

Bidang SDM : Melakukan rekrutmen dan menetapkan standar penggajian yang tidak melanggar Regulasi Pemerintah. Pembinaan dan memotivasi karyawan. Mengatasi “kenakalan” karyawan. Melakukan PHK apabila Karyawan melakukan pelanggaran dengan klasifikasi berat dan merugikan Perusahaan, dll.

Seiring dengan “niat” anda untuk alih profesi menjadi wirausaha, jangan kaget apabila anda akan “tersenyum kecut” ketika mengalami hambatan SDM, karena anda akan menemukan potret diri sendiri ketika menjadi karyawan… 🙂

Menjadi Pengusaha memang lebih repot apabila dibandingkan dengan menjadi Karyawan. Namun kita akan menemukan kebebasan jiwa yang tidak ternilai harganya. Kebebasan yang sepadan dengan tingkat pengorbanan yang sudah dilakukan.

Semoga menginspirasi para pembaca blog. Salam wirausaha Indonesia.

Leave a Reply